Sediakan Insto Dry Eye Ketika Menggunaan Gawai dalam Waktu Lama

Mungkin tidak banyak orang yang memedulikan kondisi mata kering. Hal ini dinilai cukup sering dialami dan sangat lumrah. Namun, jika Anda tidak memedulikan kondisi mata tersebut tentu akan berdampak buruk terhadap penglihatan maupun kesehatan mata.

Tercatat sebanyak 60-juta orang terjangkit masalah mata lelah, pedih, sepet, dan memerah sebagai indikasi mata mengering. Di Indonesia sendiri prevalensi mata mengering pada tahun 2007 mencapai angka 30,6% dari jumlah penduduknya.

Dulu, mata mengering sering dikaitkan dengan pasien lanjut usia. Namun, beberapa tahun terakhir mata yang kering dialami oleh siapa saja tanpa peduli usia. Hal tersebut tentu dampak dari pergeseran gaya hidup, khususnya penggunaan perangkat gawai dan era digital. Mungkin Anda belum sadar jika sindrom mata mengering atau dry eye syndrome merupakan kondisi mata yang mengalami kekurangan cairan karena air mata menguap. Bisa jadi karena air mata yang menguap menjadikan mata kehilangan kelembapan.

Bicara tentang penyebab mata mengering tentu sangat beragam, mulai dari bertambahnya usia, lingkungan, konsumsi makanan, kebiasaan, diabetes, dan lain sebagainya. Yang paling dominan sebagai penyebab mata sepet, lelah, perih adalah penggunaan perangkat gawai yang kurang tepat. Tentu hal ini memicu sindrom mata mengering. Sudah sering mata mengering dialami oleh pengguna gawai karena mereka tidak memedulikan durasi penggunaan. Secara keseluruhan durasi masyarakat Indonesia dalam menggunakan media sosial di gawai mendekati 9 jam, tepatnya 8 jam 51 menit per hari. Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara “pengkonsumsi” media internet keempat dunia.

Bahwa penggunaan gawai, apalagi dalam kurun waktu yang lama, tanpa Anda sadari menyebabkan mata perih, gatal, dan gatal. Dampak kelanjutan adalah menyebabkan gangguan serius pada kesehatan mata. Melihat kondisi yang seperti itu ternyata tidak membuat banyak orang sadar bahwa gangguan mata mengering segera mungkin dilakukan pencegahan dan penanganan.

Misalkan pasien yang terdeteksi mengidam sindrom mata mengering, 40% tidak memedulikan gejalanya. Bertambahnya tahun memungkinkan pengidap sindrom mata ini makin bertahan karena tingkat penggunaan perangkat gawai sampai detik ini tidak memperlihatkan penurunan, malah peningkatan.

Andaikan Anda seorang yang acap menghabiskan waktu libur, santai, bahkan bekerja di hadapan gawai, sebaiknya mengenali ciri-ciri mata mengering. Beberapa ciri yang acap dirasakan adalah mata terasa terganjal, mudah berair, terasa kering, mata memerah, terasa ada pasirnya, kotoran mata yang menyebabkan lengket. Pada dasarnya ada banyak faktor luar yang memicu mata mengering, seperti pekerjaan yang membutuhkan atensi visual dalam waktu panjang dan penggunaan gawai tentunya.

Harus diingat baik-baik bahwa air mata tidak stabil serta kegiatan yang membuat mata minim berkedip menjadi pemicu mata mengering. Selain itu, jika Anda menghabiskan waktu di ruang ber-AC maupun di ruangan panas tetap berisiko mengalami mata mengering.

Soal penanganan terhadap mata mengering setidaknya harus Anda sesuaikan berdasarkan usia. Tidak bisa sembarangan karena ditakutkan infeksi. Setidaknya Anda menentukan usia muda dan lanjut (lansia) berbeda penanganan serta derajatnya tampak ringan, berat, atau sedang. Antisipasi terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menyediakan Insto Dry Eye sebagai obat tetes mata. Tujuan penggunaan obat tetes mata ini adalah melembapkan area di sekitar mata. Namun, penggunaan obat tetes mata ini harus dibarengi dengan pencegahan lain, seperti beristirahat selama 15 hingga 20 menit ketika menggunakan perangkat gawai. Misalkan Anda berada di daerah yang kering dengan intensitas debu, gunakan kaca mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *